DEMOKRASI - Belum sehari Ketua Umum Partai Golkar, Setyo Novanto ditangkap atas kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP ole...
DEMOKRASI - Belum sehari Ketua Umum Partai Golkar, Setyo Novanto ditangkap atas kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (20/11/2017), jajaran petinggi Partai Golkar telah menjalankannya tahapan pelengseran.
Termasuk Penunjukan Idrus Marham sebagai Ketua Umum Partai Golkar pengganti.
Namun, ketika ditanyakan soal kesiapan dirinya untuk menggantikan Setnov-sapaan Setya Novanto, Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu mengalihkan perhatian. Dirinya justru menunjuk seorang wartawan televisi swasta yang ikut dalam sesi wawancara.
"Itu agnes (wartawan) katanya siap," ungkapnya sembari tertawa.
Hal serupa juga diserukannya ketika disinggung kabar pengganti Setnov adalah dirinya. Pria berkacamata itu kembali tertawa dan menegaskan kalau keputusan tersebut masih dikaji dan didiskusikan dalam rapat pleno pada Selasa (21/11/2017) besok.
"Kalau saya umumin sekarang nanti lo nggak datang lagi besok. Ini pertanyaan siap ini kita sudah pontang panting masih ditanyakan juga. Ini pertanyaan kamuflase. Biar bsk di umumin. Yaudah besok lah ya dijelaskan," jelasnya.
Walau begitu, dirinya mengungkapkan jika pertemuan mendatang akan membahas tentang konsolidasi organisasi. Sehingga Partai Golkar dapat tetap melakukan langkah politik, khususnya Pilkada serentak pada 2018 mendatang.
"Besok itu konsolidasi organisasi. Itu bagian penting memastikan kepemimpinan partai ini bisa berjalan secara efektif. Sehingga Partai Golkar tidak hanya eksis, tetapi tetap melakukan langkah-langkah politik dan mencapai target-terget politik yang sudah ada," tutupnya.
SUMBER