DEMOKRASI - Setelah tak lagi menjabat sebagai Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai kini digadang-gadang...
DEMOKRASI - Setelah tak lagi menjabat sebagai Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai kini digadang-gadang untuk maju sebagai calon gubernur di Pilkada Papua 2018 mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Pigai merasa sah-sah saja bila ada dorongan dari masyarakat untuk dirinya. Akan tetapi, partai politik tetap memiliki peranan penting dalam pemilihan gubernur.
"Kalau dukungan dan dorongan dari masyarakat kan oke saja. Tapi kan partai politiknya harus dukung dong," kata Pigai saat ditemui rilis.id di Jakarta, Senin (20/11/2017).
Ia menegaskan, dirinya sama sekali tidak akan melakukan pendekatan apapun terhadap partai politik. Menurutnya, pendekatan ke parpol itu sama saja dengan mengemis kekuasaan.
"Saya bukan karbitan yang ngemis-ngemis ke partai politik. Kalau mereka melihat saya berkualitas dan hebat ya dorong dong saya," ujar Pigai dengan tegas sambil berjalan.
Alasan Pigai menuntut partai politik yang melamar dirinya karena urusan memimpin daerah adalah pengabdian. Sehingga tugas parpol adalah membuktikan untuk bisa mendorong orang-orang baik menjadi pemimpin.
Terkait ide yang akan diusungnya, Pigai secara singkat menjawab, "Terus memperjuangkan HAM dan orang-orang kecil," pungkasnya sambil berjabat tangan.
SUMBER