METROJAYA.INFO - Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, pada Kamis (26/10)...

METROJAYA.INFO - Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, pada Kamis (26/10). Tito meraih gelar profesor di Bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme.
Acara pengukuhan itu dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh. Salah satunya adalah Ketua MUI Ma'ruf Amin yang memberikan apresiasi untuk pencapaian Tito itu.
"Beliau memiliki kemampuan analisis yang tinggi dan akademis, tapi juga mampu langsung mempraktikkan, mengaplikasikan teorinya itu, dan itu berhasil. Saya kira, itu dua hal yang bisa digabungkan oleh seorang Tito Karnavian," ungkap Ma'ruf di PTIK, Jakarta, Kamis (26/10).
![]() |
| Pengukuhan Tito Karnavian jadi Guru Besar. (Foto: Ochi Amanaturrosyidah/kumparan) |
Ia berharap, gelar profesor yang diraih Tito dapat memberikan kontribusi dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme. Terlebih, ilmu Tito itu diimbangi dengan pengalaman di lapangan.
Selain Ma'ruf, ucapan selamat juga diberikan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Menurut Fahri, kajian dan pandangan Tito tentang radikalisme dan terorisme dibutuhkan Indonesia.
"Ini adalah sumbangan yang luar biasa. Meskipun saya punya cara pikir berbeda tentang tesis-tesis beliau tentang radikalisme, tapi tentu ini bisa jadi bahan masukan untuk memberikan solusi bagi Indonesia," tambah Fahri.
Dalam pengukuhanya, Tito menyampaikan orasi ilmiahnnya yang berjudul "Peran Polri dalam Penanganan Terorisme di Indonesia". Dalam orasi tersebut, Tito menjelaskan pengaruh keadaan global kepada pergerakan terorisme di Indonesia.
Diketahui, Tito merupakan polisi dengan prestasi mengkilap di dunia akademik. Tahun 1987, Tito meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akpol. Tahun 1992, Tito meraih gelar magisternya dari Universitas Exeter, Inggris dalam bidang ilmu kepolisian. Sedangkan di 2013, Tito meraih gelar doktoral di bidang kontra terorisme, dari Univeristas Teknologi Nanyang, Singapura, dengan capaian setingkat magna cumlaude.
SUMBER
